Tafsir Sya’rawi

Judul : Tafsir Sya’rawi

Penerbit : Duta Azhar

Bilangan Jilid Terkini: 8 Jilid (belum siap diterjemahankan)

Hubungi Untuk Maklumat Lanjut : 019-3759091

Nama Tafsir al-Sya’rawi diambilkan dari nama asli pemiliknya yakni al-Sya’rawi. Menurut Muhammad ‘Ali Iyazi judul yang terkenal dari karya ini adalah Tafsir al-Sya’rawi Khawatir al-Sya’rawi Haula al-Qur’an al-Karim. Pada mulanya, tafsir ini hanya diberi nama Khawatir al-Sya’rawi yang dimaksudkan sebagai sebuah perenungan (Khawatir) dari diri al-Sya’rawi terhadap ayat-ayat al-Qur’an yang tentunya bisa saja salah dan benar.

Kitab ini merupakan hasil kreasi yang dibuat oleh murid al-Sya’rawi yakni Muhammad al-Sinrawi, ‘Abd al-Waris al-Dasuqi dari kumpulan pidato-pidato atau ceramah-ceramah yang dilakukan al-Sya’rawi. Sementara itu, hadis-hadis yang terdapat di dalam kitab Tafsir al-Sya’rawi di takhrij oleh Ahmad ‘Umar Hasyim. Kitab ini diterbitkan oleh Akhbar al-Yaum Idarah al-Kutub wa al-Maktabah pada tahun 1991 (tujuh tahun sebelum al-Sya’rawi meninggal dunia). Dengan demikian, Tafsir al-Sya’rawi ini merupakan kumpulan hasil-hasil pidato atau ceramah al-Sya’rawi yang kemudian di edit dalam bentuk tulisan buku oleh murid-muridnya.

Adapun dilihat dari isi dan sistematikanya, tampak bahwa kitab ini terdiri dari 18 jilid yang dapat digambarkan dalam tabel berikut ini:
NO. JILID ISI
1. I Pendahuluan, Qs. al-fatihah sampai Qs. al-Baqarah ayat 154
2. II Qs. al-Baqarah ayat 155 sampai Qs. Ali Imran ayat 13.
3. III Qs. Ali Imran ayat 14 sampai 189.
4. IV Qs. Ali Imran ayat 190 sampai Qs. An-Nisa’ ayat 100.
5. V Qs. An-Nisa’ ayat 101 sampai Qs. Al-Maidah: 54.
6. VI Qs. Al-Maidah: 55 sampai Qs. al-An’aam: 109.
7. VII Qs. al-An’aam: 110 sampai Qs. al-A’raf: 188.
8. VIII Qs. al-A’raf: 189 sampai Qs. At-Taubah: 44
9. IX Qs. At-Taubah: 45 sampai Qs. Yunus: 14.
10. X Qs. Yunus: 15 sampai Qs. Hud: 27.
11. XI Qs. Hud: 28 sampai Qs. Yusuf: 96.
12. XII Qs. Yusuf: 97 sampai Qs. Al-Hjr: 47.
13. XIII Qs. Al-Hjr: 48 sampai Qs. Al-Isra’: 4.
14. XIV Qs. Al-Isra’: 5 sampai Qs. Al-Kahfi; 98.
15. XV Qs. Al-Kahfi; 99 sampai Qs. Al-Anbiya’: 90.
16. XVI Qs. Al-Anbiya’: 91 sampai Qs.an-Nur: 35.
17. XVII Qs.an-Nur: 36 sampai Qs. Al-Qasas: 29.
18. XVIII Qs. Al-Qasas: 30 sampai Qs. Ar-Rum: 58.

Berdasarkan tabel tersebut, maka tafsir ini tidak memuat dari surah Luqman hingga surah an-Nas atau dari pertengahan Juz 21 hingga akhir Juz 30 dalam al-Qur’an.

Sementara itu, dilihat dari metodenya, Tafsir al-Sya’rawi ini susah untuk di petakan. Sebab, tafsir ini merupakan tafsir bi al-lisan atau tafsir sauti (hasil pidato atau ceramah yang kemudian di bukukan). Dengan demikian tafsir ini tidak ditulis dalam bentuk tulisan ilmiah. Namun, secara umum tafsir ini menggunakan metode gabungan antara tahlili dan tematik. Dengan kata lain al-Sya’rawi menggunakan metode tahlili, yakni menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an dengan memaparkan segala aspek yang terkandung di dalam ayat-ayat yang ditafsirkan itu dan menerangkan makna-makna yang tercakup di dalamnya sesuai dengan keahlian dan kecenderungan penafsir, kemudian ia menjelaskan dengan menggunakan metode dan pendekatan tematik, yakni membahas ayat-ayat al-Qur’an dalam sebuah tema yang teratur.

Dalam hal ini ‘Usman Abd al-Rahim al-Qamihi menyimpulkan metode dan langkah-langkah yang ditempuh al-Sya’rawi dalam menjelaskan ayat-ayat al-Qur’an, yakni:
1. Dalam tafsir ini memuat perenungan-perenungan dan pandangan-pandangan yang tajam.
2. Mengandung tafsir maudu’i, yakni dalam membahas ayat al-Qur’an ia mencoba mengkajinya pada satu tema.
3. Tafsir ini merupakan Tafsir Sauti (hasil ceramah yang kemudian ditulis).
4. Al-Sya’rawi adalah orang yang ahli dalam bahasa dan sastra Arab, maka ia selalu berangkat dari analisa bahasa ketika menafsirkan sebuah ayat.
5. Berusaha menyingkap Fasahah al-Qur’ani (kehebatan al-Qur’an) dan rahsia sistematikanya.
6. Tujuan dari tafsir ini adalah untuk perbaikan sosial (al-islah} al-ijtima’i), moral, dan tarbawi (pendidikan).
7. Menyingkap ayat-ayat hukum dan melihat asbab an-nuzul-nya.
8. Menggabungkan antara pendalaman dan kesederhanaan dalam menafsirkan dan menyampaikannya.
9. Menggunakan metode Analisis dan Tematik, dan berusaha menghubungkan antara ayat (munasabah al-ayat).
10. Terkadang bernuansa sufistik.
11. Menggunakan gaya bahasa (uslub), retoris-dialogis (al-mantiqi al-jadali).
12. Menyingkap penemuan-penemuan ilmiah dalam al-Qur’an.

Sampai di sini dapat dikatakan bahwa karakteristik dari kitab Tafsir al-Sya’rawi adalahTafsir Sauti (hasil ceramah yang kemudian ditulis), dengan pembahasan yang luas, tidak terikat oleh satu metode tertentu dalam metodologi tafsir al-Qur’an. Sementara itu, secara umum corak dari kitab tafsir ini adalah adabi ijtima’i yakni sosial kemasyarakatan, progresif untuk melakukan perubahan dan perbaikan kehidupan sosial yang lebih baik. Dikatakan secara umum, karena tafsir ini tidak menekankan corak, melainkan menekankan pengungkapan “ruh” al-Qur’an sebagai sumber hidayah bagi umat manusia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s